I’m back for more hijab and boots! :)
Source: Imane - From Casual To Classy

I’m back for more hijab and boots! :)

Source: Imane - From Casual To Classy

Deadsquad by Prasetya Atyanto on Flickr.
Sobonfu Some (via zingara84)
….. Perfect!

….. Perfect!

(Source: oliversykes)

Vegetarian Sushi by Pekka Nikrus on Flickr.
 (p.s: Dear vegetarians, who’s with me for dinner?)

Vegetarian Sushi by Pekka Nikrus on Flickr.


(p.s: Dear vegetarians, who’s with me for dinner?)

(Source: thecoveteur.com)

Hijab, boots, and blue uniform by Risma Budiyanti.
What do you think? ;)
Source: Streethijab

Hijab, boots, and blue uniform by Risma Budiyanti.

What do you think? ;)

Source: Streethijab

More hijab and boots: Street scene in the city Deventer, the Netherlands.
Love this!
Via Bobsphotography.nl on Flickr.

More hijab and boots: Street scene in the city Deventer, the Netherlands.

Love this!



Via Bobsphotography.nl on Flickr.


[Flash 9 is required to listen to audio.]
151 plays

Sixteen Going on Seventeen

OST. The Sound Of The Music - Performed by Julie Andrews and Company

I miss this song, I miss the scene of Rolf and Liesl. Anyone? ;)

(Rolf)
You wait little girl
On an empty stage
For fate to turn the light on

Your life little girl
is an empty page
that men will want to write on

(Liesl)
To write on

(Rolf)
You are 16 going on 17
Baby its time to think
Better beware
Be canny and careful
Baby you’re on the brink

You are 16 going on 17
Fellows will fall in line
Eager young lads
And grueways and cads
Will offer you food and wine

Totally unprepared are you
To face a world of men
Timid and shy and scared are you
Of things beyond your kin

You need someone
Older and wiser
Telling you what to do
I am 17 going on 18
I’ll take care of you

(Liesl)
I am 16 going on 17
I know that i’m naive
Fellows I meet may tell me I’m sweet
And willingly I believe

I am 16 going on 17 innocent as a rose
Bachelor dandies
Drinkers of brandies
What do I know of those?

Totally unprepared am I
To face a world of men
Timid and shy and scared am I
Of things beyond my kin

I need someone
Older and wiser
Telling me what to do
You are 17 going on 18
I’ll depend on you

Pernah menonton film Mercury Rising yang dibintangi oleh Bruce Willis? Kalau kita memperhatikan Simon Lynch yang selalu berada di dekat Bruce Willis, kita akan menyadari sesuatu yang tidak biasa pada anak kecil tersebut. Ia minim kontak dengan orang-orang di sekitarnya. Seperti out of reach.

Perhatikan lagi lebih lanjut. Dan kita akan sadar bahwa Symon Lynch adalah penyandang autisme.

* * * * *

Sebenarnya topik ini sudah semakin marak dijadikan ajang diskusi di berbagai seminar maupun internet. Dengan bentuk-bentuk sosialisasi yang demikian, diharapkan adanya saling pengertian antar individu dalam menyikapi masalah autisme.

Harapan tersebut rasanya tidak terlalu muluk. Hanya saja memang memerlukan kerjasama dari banyak pihak. Dan sebagai mahasiswi jurusan ilmu komunikasi, saya tidak melupakan pentingnya literasi media online dalam mencapai pengertian mengenai masalah autisme itu.

Hal itu pula yang membuat saya pada hari Minggu ini ‘meradang’. Ternyata masih banyak orang-orang tidak bertanggung jawab yang menggunakan kata ‘autis’ secara sembarangan. Adalah akun Twitter bernama @autisBEGO yang saya maksud. Senada dengan nama akunnya, tweet yang terpampang di timeline-nya pun bernada merendahkan, mengejek, bahkan mengesankan logika yang dipunyai oleh para individu autistik di luar sana seperti berputar-putar dan bodoh.

* * * * *


Autisme adalah gangguan perkembangan pada anak yang gejalanya akan nampak sampai pada usia 3 tahun. Akibat dari gangguan perkembangan tersebut adalah anak tersebut tidak mampu untuk belajar, berinteraksi, dan berkomunikasi dengan sekitarnya. Yang akhirnya sering dikatakan seperti mempunyai dunia sendiri (Yayasan Autisme Indonesia). Karena itulah autisme bukan dikategorikan sebagai penyakit, dan individu autistik disebut sebagai penyandang bukan penderita.

Penyebab autisme sendiri sampai sekarang masih diselidiki lebih lanjut. Beberapa kasus disebabkan karena faktor genetik, keracunan logam berat atau radiasi, trauma waktu melahirkan, sampai virus-virus tertentu seperti CMV (citomegallovirus) dan toksoplasma.

Selain penyebab autisme, memang diakui tidak ada pula tes tertentu yang digunakan untuk mendiagnosa seorang anak apakah ia mengalami gangguan perkembangan atau tidak. Biasanya dilakukan pengamatan perilakunya langsung dan wawancara mendalam dengan orang-orang yang mengasuhnya. Namun Masyarakat Peduli Autis Indonesia (MPATI) sudah mengadaptasi M-CHAT (Modified Checklist for Autism in Toddlers) dari Amerika Serikat dan Inggris sebagai deteksi dini autisme.

Dalam diagnosa akan diperkirakan seperti apa derajat autisme pada seorang anak oleh dokter dan psikolog. Biasanya hal itu diikuti oleh upaya orang tua atau keluarga dengan memberikan terapi perilaku, terapi wicara, terapi komunikasi, terapi okupasi, terapi sensori integrasi, pendidikan khusus, penanganan medikasi dan biomedis, atau diet khusus. Terapi dari satu anak ke anak lainnya bisa berbeda karena tingkat kecerdasan dan gejala autistiknya berbeda. Di Indonesia sendiri, yang berpengalaman untuk masalah autisme adalah Dr. Melly Budhiman.

* * * * *


Sekilas, itulah penjelasan yang berusaha saya sederhanakan mengenai kompleksitas autisme. Lalu, apa hubungannya dengan akun Twitter @autisBEGO yang saya cantumkan di atas?

Banyak alasan yang mendasari kenapa saya sempat ‘menyerang’ akun Twitter @autisBEGO tersebut. Salah satunya adalah karena tak seorangpun mau dilahirkan dengan menyandang gangguan perkembangan tersebut. Bayangkan saja adaptasi yang harus dilakukan ketika ia menghadapi dunia luar, terutama bagaimana ia bereaksi dengan pandangan orang-orang yang menganggapnya ‘berbeda’. Bahkan beberapa orang yang tidak paham, masih saja menyebut autisme sebagai idiot atau cacat mental. Bukan.

Setiap keluarga dengan anak penyandang autisme juga harus berjuang dalam kesehariannya. Bagaimana mereka saling mengerti dan saling berkomunikasi. Bagaimana mereka saling memberikan yang terbaik, bahkan di tengah keterbatasan. Dan yang paling sering terjadi adalah, bagaimana keluarga itu berjuang untuk mendapatkan pendidikan yang layak bagi anaknya yang menyandang autisme. Karena dalam beberapa kasus, banyak sekolah normal yang tidak mau menerima calon siswa seperti itu. Hasilnya, keluarga harus mencari sekolah khusus yang dianggap sesuai.

Dan kali lain kadang terdengar kata ‘autis’ yang dipakai sebagai ejekan. Adakalanya terasa menyakitkan walaupun kita mengetahui maksudnya bercanda. Mengingat kondisi-kondisi yang sudah saya paparkan di atas, seharusnya kata ‘autis’ tidak dipakai sembarangan sebagai bentuk empati kita terhadap penyandang. Bahkan Rosiana Silalahi dalam acara Rossy Show di Global TV pada 2010 dengan episode memperingati Hari Autis Sedunia tanggal 2 April pun sudah menegaskan hal yang sama.

Saya (dan mungkin teman-teman lain yang mempunyai anggota keluarga penyandang autis juga) boleh merasa lega karena ada akun Twitter @StopBilangAutis yang bertujuan untuk mengedukasi dan @pandji (Pandji Pragiwaksono), selebritis yang terbilang cukup peduli dengan masalah-masalah semacam ini. Terlepas dari tulisan ini yang tentunya sangat subjektif, saya setuju dengan pendapat @yuanakelly:

“Setiap hari itu perjuangan. Autism isn’t a choice. Acceptance is. Autism isn’t a tragedy, ignorance is.”

Sebagai bentuk kepedulian dan sikap yang tegas, saya bertukar tweet dengan orang-orang yang peduli autisme. Salah satunya adalah adik angkatan saya di kampus, Sumayya Baasir. Saya me-retweet kicauannya yang memakai akun bernama @kakmayya:

“I’ve reported @autisBEGO as a spam. Have you?”

(Penulis pernah menyertakan tulisan ini dalam program 31 Hari Menulis, tertanggal 29 Mei 2011, dimuat juga di sini)

Regards,

HISRA

Hijab and boots. Love this!
Source: Butik Athiyyah

Hijab and boots. Love this!

Source: Butik Athiyyah

Playing hijab #01 - No Pin by Streethijab

Playing hijab #01 - No Pin by Streethijab

Frank Wheeler - REVOLUTIONARY ROAD